Nurficahyotomo’s Blog











{April 25, 2009}   kata hatiku

April 18, 2009 oleh sigitprihantoro

Malam begitu dingin, aku tatap rembulan
Ingin hati berduaan sambil melihat indahnya bulan
Aku tak sanggup lagi menahan semua rasa ini
Rasa yang begitu dalam, bahwa aku mencintaimu.
Ku ungkapkan rasa ini kepada Sang Rembulan yang sempurna seperti cintaku kepadamu
Karena hatiku tak bisa untuk berkata kepadamu
Rasa Cinta ini datang dari hatiku yang terdalam
Rasa sayang menyayangi ingin ku kasihkan kepadamu
Rasa senang dan sedih ini ingin ku lewati bersama hatimu
Ku kirimkan pesan ini kepada Rembulan agar di sampaikan kepadamu.. Oh…Bidadari Hidupku..
SAHABAT

Sahabat adalah hal terindah dalam hidup aku
Bgtu berharga untuk aku, terima aku apa adanya!!
Tak peduli apa pun kekurangan aku, tak melihat aku dari materi!!
Yang dia ingin hanylah ketuluzan dan kejujuran aku
Selalu ada disaat aku gembira bahkan disaat aku sedang terluka!!
Persahabatan itu seperti tangan dan mata, disaat tangan terluka mata akan menangiz!!
Disaat mata menangiz,,tangan yang akan menghapuznya!!

ISI HATIKU
Tetes embun dpagi hri. Membawa aku dalam hari yang cerah. Suasana hati begitu sedih,tp sikap ini begitu susah dimengerti. Tak kuasa rasa ini q genggam, hingga tak tertahan lg. Kau laksana bunga mawar yg lg kembang, kau begitu setia dengan durimu, wrna indahmu manjakan mata hati ini. Tak menyangka duri menggoreskan luka, hati ini terluka, menangis dan berteriak. Tak kuasa menahan rasa pedih di dada.

Malam begitu dingin, membuat aku teringat wajah mungilmu, wajahmu terias cntik menjelma jadi 1 dg rembulan yang mnjadi temanku dimalam ini. Sendiri meresapi dinginnya mlm,wlpn sakit, aku akan rasakan itu, wlpn pedih akan aku jalani. Krn aku tidak bisa bohongi hati ini,hati yg begitu sulit untuk menyakiti, tapi hati ini sudah begitu banyak kesalahn dan dosa,hati ini begitu rapuh akan kasih sayang,miskin akan kasih sayang dari orang yang paling disayang.Hati ini akan terus tersenyum lebar,ceria dan bahagia. Walaupun hati ini sedang mengalami kesedihan yang luar biasa. Hati ini ingin kembali seperti yang dulu. Mendapatkan kasih sayang adalah yang terindah yang ingin dicapai. Kasih sayang yang tak akan pernah mati, kasih sayang yang begitu besar, hingga setiap malam air mata hati ini meneteskan air kepedihan.

KATA HATIKU
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat ducapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu dan aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat dsampaikan awan kepada hujan yang menjadikan tiada.

Ku masih menunggu, terus merajut harap kembalimu. Ku terpaku dipintu.Menanti wajahmu tuk lepaskan rindu, ku panjatkan doa di setiap detik harimu. Berharap mentari selalu menerangimu.

Bersyukurlah untuk kamu yang masih dapatkn kasih sayang. Jangan sampai kamu sia sia kan. Dan syukurilah apa yang kamu dapatkan selama ini, bersabarlah dalam meraih kebahagianmu, karena suatu saat kau akan dapatkan itu.

Jika kau jadi bunga aku akan jadi tangkainya.
Jika kau layu, aku akan menyiramimu supaya kau mekar kembali.
Jika kau dpetik aku rela untuk melepaskanmu.

Bunga melati wujud cintaku padamu.
Warna putih adalah ketulusan hatiku untukmu.
Jika kau pahami bahwa aku ini cinta setulus hatiku.
Tak pernah ku ungkiri bahwa hatiku ini masih cnta dan begitu sayang sama kamu.

Ditulis dalam Uncategorized



{April 25, 2009}   sragen kota ku


{April 25, 2009}   solo kota ku

Kabupaten Sragen ditetapkan dengan Perda Nomor : 4 Tahun 1987, yaitu pada hari Selasa Pon, tanggal 27 Mei 1746. tanggal dan waktu tersebut adalah dari hasil penelitian serta kajian pada fakta sejarah, ketika Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono yang ke- I menancapkan tonggak pertama melakukan perlawanan terhadap Belanda menuju bangsa yang berdaulat dengan membentuk suatu Pemerintahan lokal di Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati sebelah timur.

Kronologi dan Prosesi

Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II di Mataram sangat membenci Kolonialis Belanda. Apalagi setelah Belanda banyak mengintervensi Mataram sebagai Pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda. Dalam sejarah peperangan tersebut, disebut dengan Perang Mangkubumen ( 1746 – 1757 ). Dalam perjalanan perangnya Pangeran Muda dengan pasukannya dari Keraton bergerak melewati Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati.

Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan.

Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian sejak tahun 1746 dipindahkan ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.

Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Krikilan, Pakis, Jati, Prampalan, Mojoroto, Celep, Jurangjero, Grompol, Kaliwuluh, Jumbleng, Lajersari dan beberapa desa Lain.

Dengan daerah kekuasaan serta pasukan yang semakin besar Pangeran Sukowati terus menerus melakukan perlawanaan kepada Kompeni Belanda bahu membahu dengan saudaranya Raden Mas Said, yang berakhir dengan perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yang terkenal dengan Perjanjian Palihan Negari, yaitu kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, dimana Pangeran Sukowati menjadi Sultan Hamengku Buwono ke-1 dan perjanjian Salatiga tahun 1757, dimana Raden Mas Said ditetapkan menjadi Adipati Mangkunegara I dengan mendapatkan separuh wilayah Kasunanan Surakarta.

Selanjutnya sejak tanggal 12 Oktober 1840 dengan Surat Keputusan Sunan Paku Buwono VII yaitu serat Angger – angger Gunung, daerah yang lokasinya strategis ditunjuk menjadi Pos Tundan, yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Lalu Lintas Barang dan surat serta perbaikan jalan dan jembatan, termasuk salah satunya adalah Pos Tundan Sragen.

Perkembangan selanjutnya sejak tanggal 5 juni 1847 oleh Sunan Paku Buwono VIII dengan persetujuan Residen Surakarta baron de Geer ditambah kekuasaan yaitu melakukan tugas kepolisian dan karenanya disebut Kabupaten Gunung Pulisi Sragen. Kemudian berdasarkan Staatsblaad No 32 Tahun 1854, maka disetiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk Pengadilan Kabupaten, dimana Bupati Pulisi menjadi Ketua dan dibantu oleh Kliwon, Panewu, Rangga dan Kaum.

Sejak tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki 4 ( empat ) Distrik, yaitu Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang.

Selanjutnya sejak Sunan Paku Buwono VIII dan seterusnya diadakan reformasi terus menerus dibidang Pemerintahan, dimana pada akhirnya Kabupaten Gunung Pulisi Sragen disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Perubahan ini ditetapkan pada jaman Pemerintahan Paku Buwono X, Rijkblaad No. 23 Tahun 1918, dimana Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan Pemerintahan.

Dan Akhirnya memasuki Zaman Kemerdekaan Pemerintah Republik Indonesia , Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen

Ini a



{April 18, 2009}   welcome to my blog’s

Saya adalah orang yang selalu ingat kepada Allah SWT,



{Maret 14, 2009}   SMK SUKAWATI SRAGEN

smk-sukawati1

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sukawati merupakan salah satu Sekolah yang dahulu merupakan STM. SMK Sukawati berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Sukawati yang berkedudukan di Sragen. Boleh dikatakan bahwa SMK Sukawati ini adalah sekolah yang sudah tua. SMK Sukawati berdiri kurang lebih pada tahun 1960 – an.

Sekolah ini berlokasi di dalam kota Kabupaten Sragen (± 2 Km arah Barat Pusat Kota Sragen). Tepatnya di Jalan Mawar No. 6, Tegalsari, Sragen Kulon, Sragen. Saat ini SMK Sukawati mempunyai 4 Program Keahlian yang meliputi :

Teknik Konstruksi Bangunan.

Teknik Listrik Pemakaian.

Teknik Mesin Perkakas.

Teknik Mekanik Otomotif.

Tahun Diklat 2001/2002 SMK Sukawati meluluskan 100 % siswa dari semua jurusan. Tahun Diklat 2002/2003 ini SMK Sukawati menerima murid baru untuk 9 kelas yang tiap – tiap kelas mampu menampung ± 40 siswa. Pada tahun ini untuk siswa kelas satu langsung dijuruskan untuk Mesin Perkakas dan Mekanik Otomotif. Ini berbeda dengan tahun lalu yang penjurusannya dilakukan di kelas 2.



et cetera